Pages

Selasa, 21 Mei 2013

Healing Trip #3

       Selanjutnya Healing Trip yang ke-3 kulakukan tanggal 10 Maret 2013, klo yg ke- tanggal 7 Maret 2013. yang ke-2 tanggal 8 Maret 2013. Tidak dalam merayakan apa2, healing trip #3 ini masih dalam rangka penyembuhan karena stress dan muhasabah, dengan pertambahan usia, dan beratnya beban hidup, belajar mensyukuri apa yang terjadi dalam hidup, baik dalam kebahagiaan maupun tekanan kehidupan. 

    Dapat rekomen dari seorang sahabat, untuk melakukan perjalanan dari kosan ke malioboro dengan menggunakan bus Trans Jogja. aku bilang aku butuh waktu, karena aku ga pernah naik bus sejak 2005, lama banget, mana pas healing trip #2 itu, pulang nonton di buntutin orang mencurigakan, apalagi aku ngebis, ngeBolang sendirian.
Tapi dalam rangka penyembuhan aku sambut ide itu dengan ga pikir panjang, ku lakukan segera aja. Tepat tanggal 10 maret, aku berangkat, dengan bekal sms peta dari adik2 kos yang sering ngebis, dan nasihat dari mereka sebelumnya, aku pun berangkat (ga lupa aku cek prakiraan cuaca untuk hari itu bisa berabe, pergi jalan2 kaki kesana sini, eh tapi malah ujan, ga bawa payung. cuaca hari itu hanya berawan,alhamdulillah).






      Aku jalan kaki dari daerah FE UII condong catur, ke depan halte bis trans di depan UPN ,

Healing Trip #2

(Lama ga ke blog... banyak yang terjadi saat 2 bulan terakhir.. kekeke)

       Okay aku meneruskan cerita mengenai healing trip yang sebelumnya dah pernah ku poskan. healing trip ke dua ku aku masih punya agenda yang sama nonton ke bioskop sendirian, filmnya Jack and the Giant Layer. karena telah merasakan serunya nonton sendirian, maka aku ketagihan nonton sendirian lagi, pilihan filmnya pun aku suka, karena acting dar actor yang main di Warm Bodies. Nicholas Hoult.
Jumat, 08 Maret 2013

Healing Trip







                Ini adalah perjalanan untuk menyembuhkan pikiran dan hatiku, mungkin banyak orang punya caranya sendiri untuk melakukan penyembuhan. Aku mencoba saran seseorang, melakukan perjalanan sendiri di saat stress, tapi waktu itu aku ga begitu ngerti, dan malah berfikir, masa iya klo stress harus jalan sendirian, apa malah ga pusing. Tapi
Selasa, 26 Februari 2013

Semut Putih Merah

gambar ini lebih tertib dari aslinya [http://lensadarbi.blogspot.com/2009_07_01_archive.html]

               


          Jadi selama beberapa waktu lalu aku menjemput anak seorang ustadzah di sekolahnya, yang paling bikin aku bengong itu saat aku datang dari jam yang dijanjikan. Misalnya si anak keluar pukul 15.20, tapi aku kemarin datang telat sampe di TKP telat 10 menit, ealah dahsyat bener, anak2 SD itu dah pada keluar kelas, semuanya, betapa bisingnya sekolah, mana motor yang datang sulit masuk, yang keluar apa lagi. Lapangan dah ga kayak lapangan tuh, dah campur-campur, ada jadi tempat parkir, ada yang dibuat areal maen bola, ada yang siap-siap mau ekskul, ada yang maen petak umpet.
Sabtu, 16 Februari 2013

Meledak Seperti Gelembung Sabun







                Gelembung sabun itu cantik dan indah, waktu kanak-kanak dulu, aku seneng banget klo main gelembung sabun, rasanya hampir tiap orang juga merasa terhibur dengan klo ada gelembung sabun. Bentuknya sekarang macam-macam, tergantung bentuk cetakannya, buatnya juga gampang. Warna gelembung itu warna transparan pelangi, cantik. Bisa terbang kemana angin berhembus, ketika waktunya harus meledak, dia ga berisik, meledak dalam keheningan, tapi keberadaannya tetap berasa, karena bekas ledakannya basah klo di pegang.

                Klo manusia bisa di personafikasikan, aku sesekali pengen jadi gelembung sabun. Ringan, bisa terbang, warnanya indah, ketika masanya harus meledak, meledak dengan keheningan ga perlu ganggu orang, dan disukai banyak orang. Kekekeke. Cuma ngayal.. imajinasiku terlalu aneh, tapi menyenangkan sekali bisa berimajinasi seperti gelembung sabun.

Labirin



Hampton Court Maze (UK)
                 

           Aku pernah berfikir sang perancang labirin itu mesti cerdas banget, yah gimana enggak, design-nya ruwet, teka-teki mencari jalan yang sulit, tapi juga di perindah dengan tampilan visual mungkin supaya ga jenuh ya. Butuh waktu sangat lama ya bisa jadi untuk mencari jalan keluarnya. Tapi bagi orang yang penasaran mesti bertahan untuk mencari jalannya. Dulu aku suka banget maen kuis labirin di majalah Bobo. Terus beranjak remaja, aku baru tau ada labirin bentuknya di taman. Dibangun dengan tembok yang tinggi, ada tanamannya juga, ada patungnya, mesti seru klo maen disitu. Tapi selain ada rasa tertantang, ada juga rasa desperate karena ga kunjung meliha ujungnya atau beberapa kali menempuh jalan yang buntu.

Hidup juga ibarat Labirin, haya Alloh aja yang tau mana jalan yang tepat, kita cuma bisa menyusuri dengan ikhtiar, di tengah perjalanan menempuh jalan yang ruwet, dengan design yang indah itu jadi bahan refreshing di tengah ke-desperate-an mencari jalan keluar, dan berharap bisa menyelesaikannya dengan berdo’a. wuah klo dah selese nemu tu jalan mesti rasanya lega dengan penuh syukur..amiin. Kekekekeke
                
Kamis, 31 Januari 2013

Obyektif



             Berawal dari obrolan biasa dan membahas sesuatu yang kurang penting antara aku dan kawan-kawanku, bahkan membahas sesuatu yang penting dan krusial. Memandang sesuatu secara obyektif itu tidaklah mudah, tapi dapat kita usahakan. Setelah ku pikir-pikir ada beberapa manfaat jika kita mampu menjadi orang yang bisa memandang sesuatu dengan obyektif. Antara lain adalah :